Anggota Komisi X DPR: Sudahlah, Para Guru Jangan Berikan Tugas Bebani Psikis Anak Didik

loading...
JAKARTA - Anggota Komisi X FPKB DPR RI Hj Lathifah Shohib mengkritisi realisasi kebijakan proses belajar di rumah. Ia menilai belajar mengajar dengan metode daring ustru membuat anak didik makin stres. "Anak didik tidak siap dengan pekerjaan rumah yang banyak, sekaligus rumit, Itu membuat stres anak didik, begitu pun dengan orang tuanya," kata Lathifah Shohib, Sabtu (21/3).

Anggota FPKB dapil Malang Raya ini mengatakan, alih-alih menjadi solusi pembelajaran di tengah pandemi corona malah membuat psikologis anak didik terganggu. “Sudahlah, para pendidik jangan berikan tugas yang membebani psikis anak didik. Mereka sudah stres, belum lagi dalam situasi parno corona," ujarnya.
Baca juga : KPAI Ungkap Pengaduan Siswa, Tugas Berat Guru Bebani Psikis Anak Didik
Menurut Lathifah, kemampuan para siswa dalam kepemilikan dan penggunaan gadget maupun kemampuan ilmu beragam. “Setiap anak tidak bisa kita seragamkan kemampuannya menerima tugas, pasti banyak terjadi gagal paham dan akhirnya guru juga yang pusing,” jelasnya.

Lathifah menganjurkan agar sekolah dan para pengajar tidak memaksakan atau memberikan tugas yang berlebihan kepada anak didik. "Anak didik kita tidak akan bodoh mendadak karena tidak belajar dua peka, tetapi bisa stres karena tugas dan parno corona. Begitu pun dengan para gurunya, bisa depresi," tuturnya.

"Kemendikbud harus tanggap situasi riel di lapangan dong. Ndak usah jauh jauh, lihat status WA ataupun mungkin di FB, di mana banyak wali murid yang berkeluh kesah dengan kondisi pekerjaan rumah anak didik, jangan lihat status medsos orang tua yang mampu, kaya atau kaum sosialita. Namun masyarakat kecil di mana orang tua juga dituntut untuk menyambung hidup dengan bekerja meski usaha di rumah," pungkasnya sambil menunjukan aduan wali murid di dapil dan juga screnshot status wali murid yang berkeluh kesah via status wa. (jpnn, 21/3)
Anggota Komisi X DPR: Sudahlah, Para Guru Jangan Berikan Tugas Bebani Psikis Anak Didik
ILUSTRASI
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+