CATAT... Murid Berprestasi Tidak Pernah Dicubit, Digundul dan Dipukul Guru Karena Mereka...

loading...
Kabar soal guru cubit siswa masih menjadi perhatian banyak pihak, berikut artikel singkat yang mungkin dapat memberi pemahaman tentang paradigma guru tukang cubit.“Ibu ini begini,” “Bapak itu begitu.” Murid berhak memberikan titel tambahan kepada guru. Murid berprestasi sekalipun akan menaruh titel tersebut ke pundak guru mereka. Murid yang bandel akan melekatkan titel lebih panjang daripada murid yang biasa-biasa saja.

Murid yang masuk ke dalam golongan ini, karena di mata mereka guru adalah tukang cubit, tukang pukul, tukang gunduli rambut dan sebagainya. Murid yang masuk ke dalam golongan ini terus-menerus mencari kejelekan guru untuk dipamerkan ke orang-orang bahwa, “Tak ada guru yang baik di sekolahnya!
Baca juga : Curhatan Murid SMA ini Bikin Netizen Kagum Karena Sok "Mengajari" Guru
Murid-murid berprestari terus membanggakan guru mereka dan tak pernah pula menjelek-jelekkan gurunya. Murid berprestasi dekat dengan guru karena ribuan pertanyaan. Guru yang di sisi murid bandel tak bermanfaat, justru begitu dipuja oleh murid berprestasi karena banyak hal. Guru yang dibenci oleh murid yang telah dicubit, akan dibela mati-matian oleh murid berprestasi karena murid bandel itu memang layak dicubit.

Murid berprestasi biasanya adalah tukang lapor, objek kejahilan murid bandel yang berambut gondrong. Murid bandel mengejar-ngejar perempuan untuk dipeluk di dalam kelas, murid berprestasi langsung berlarian ke kantor guru untuk melapor. Murid bandel tak pernah menyelesaikan tugas, buku-buku murid berprestasi direbutnya lalu dipamerkan ke depan guru.

Guru tetaplah punya indera ketujuh untuk menerawang. Murid bandel yang protes karena telah mengerjakan tugas dengan baik, menyimpan jutaan alasan saat guru memintanya menyelesaikan tugas tersebut di depan kelas. Guru mengganti tugas dengan yang lain, murid bandel tiduran di bangku belakang dengan kaki di atas meja bagai sedang menikmati angin sepoi-sepoi bibir pantai.

Murid berprestasi tak pernah dicubit guru. Murid berprestasi tidak pernah dipukul. Murid berprestasi tak pernah digunduli. Karena mereka patuh. Mereka ingin menjadi orang-orang baik di masa mendatang. Mereka belajar dengan tekun bukan bermain-main dengan hukum dan hak asasi manusia sehingga guru layak lapor dan dipenjara. Murid berprestasi menghargai guru lebih besar dari dirinya sendiri. Murid berprestasi akan menangis saat guru tak masuk kelas.

Sumber : http://log.viva.co.id/news/read/795213-murid-berprestasi-tidak-dicubit-guru
CATAT... Murid Berprestasi Tidak Pernah Dicubit, Digundul dan Dipukul Guru Karena Mereka...
Ilustrasi Wisudawan (gambar: tribunnews.com)
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+