Penjelasan Dirjen GTK Kemendikbud Soal Permasalahan Pencairan TPG Triwulan Pertama

loading...
Kabarnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mentrasfer dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) ke kas daerah, namun di media sosial ramai guru yang mengaku belum menerima pencairan TPG tersebut. Bahkan FSGI menerima info bahwa banyak guru yang tidak mendapat SKTP sehingga para guru tersbut tidak dapat menerima TPG. Sebelumnya PENTING baca juga Syarat Guru Memperoleh SKTP Resmi Kemdikbud

Dirjen GTK Kemendikbud Sumarna Surapranata menuturkan, pencairan TPG harus tepat sasaran dan tepat jumlah. Pranata membantah ada masalah pengisian dapodik lantaran perbedaan sekolah yang menerapkan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.


Dia menjelaskan sistem pengisian data di dapodik terus diperbaharui supaya tidak sampai merugikan guru. Untuk itu pejabat yang akrab disapa Pranata itu berharap guru-guru yang merasa SKTP-nya belum terbit untuk proaktif mencari tahu penyebabnya. Sehingga bisa segera dilengkapi dan diterbitkan SKTP-nya.

Dia menjelaskan, pencairan TPG untuk guru-guru PNS daerah (PNSD) berada di pemkab atau pemkot sesuai domisili.


Sementara untuk pencairan TPG bagi guru non-PNS ada di Kemendikbud. Jadi uang dari Kemendikbud akan langsung ditransfer ke guru. ’’Baik guru PNSD maupun non-PNS harus pegang dulu SKTP, baru tunjangannya bisa diterima,’’ katanya.
Kabar lainnya : Ini Aturan Terbaru Pemberian THR Pegawai
Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti berharap pencairan TPG triwulan pertama berjalan lancar. Sebab dia mendapatkan informasi bahwa banyak guru yang tidak mendapatkan SKTP sehingga TPG-nya tidak akan bisa dicairkan. ’’Ironisnya SKTP itu tidak cair karena ada kurikulum ganda saat ini,’’ jelasnya.

Menurut Retno, data pokok pendidikan (Dapodik) saat ini tidak peka terhadap beragamnya mata pelajaran yang ada di Kurikulum 2013. Dia mencontohkan ada mata pelajaran bahasa Inggris utama dan peminatan. Nah dapodik hanya bisa membaca beban mengajar bahasa Inggris utama saja. Sehingga ada guru yang dinilai jam mengajarnya kurang dari 24 tatap muka per pekan.

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2016/04/09/377277/Pak-Guru-Bu-Guru-Kabar-Baik-nih-Caiiirr...-
Sumarna Surapranata (gambar seksipmpsdktb.org)
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+