Alamak, Oknum Guru PNS ini Pakai Ijazah Palsu untuk Pengajuan Sertifikasi Sejak 2013

loading...
Kabar peredaran ijazah bodong alias palsu nampaknya merata hampir di seluruh wilayah Nusantara. Berita heboh tentang Ijazah Palsu (Ipal) kali ini datang dari wilayah Indonesia bagian barat, Sumatera Utara (SUMUT). Sebelum lanjut, baca dulu Faktor Penyebab Munculnya Ijazah Palsu/Bodong Menurut Direktur KUI President University.

Hot News, 3 oknum guru SDN di Asahan, masing-masing inisial DM, NS, dan SM, diduga terlibat ijazah bodong. Ketiganya mengajar di salah satu SD Negeri Perkebunan Bandar Pulau, Kecamatan Aek Songsongan. Bahkan, dikabarkan ada sekitar tujuh oknum guru lagi yang menggunakan ijazah dari University of Sumatra ini.

Kasus ijazah bodong University of Sumatra hingga kini masih terus ditangani Tim Penyidik Unit Tipiter Sat Reskrim Polresta Medan. Penyidik telah mengagendakan pemeriksaan terhadap lima oknum guru SD Negeri yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Dugaan keterlibatan kelima oknum guru itu lantaran disinyalir menggunakan ijazah dari kampus fiktif itu.

Ternyata tak hanya di Kota Medan, kasus ijazah bodong memang telah merambah ke sejumlah kabupaten/kota yang ada di Sumut. Setelah di Kabupaten Langkat, dimana seorang oknum Koordinator ICW Langkat Mas'ud, diduga menggunakan ijazah tersebut, kini merembet ke Kabupaten Asahan. Waspada ijazah bodong, silakan Cek Ijazah Asli atau Palsu di SINI.

Banyak Oknum Guru PNS yang Menggunakan Ijazah Palsu sebagai Dasar Pengajuan Sertifikasi

Sejumlah oknum guru di Asahan disinyalir memakai ijazah dari kampus University of Sumatra. Oknum guru itu diduga menggunakan ijazah bodong tersebut sebagai dasar pengajuan sertifikasi dan hasilnya telah dinikmati. Bahkan, mereka mencantumkan gelar dari kampus fiktif tersebut pada laporan bulanan.

Menurut data tersebut, tahun terbitnya ijazah bodong itu pada November 2013. Artinya, ijazah ini telah digunakan oleh oknum guru tersebut kurang lebih 2 tahun lamanya. Ijazah ketiganya diperoleh dari salah seorang oknum PNS di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Asahan berinisial AR. Saat ini AR bertugas di Pulau Raja.

AR tidak bekerja sendiri melainkan ada kaki tangannya, yakni FR yang ketika itu menjabat sebagai salah satu Kepala SD Negeri di Perkebunan Bandar Pulau, Kecamatan Aek Songsongan. Bisa dibilang FR sebagai penyambung lidah dari AR.

Inilah Harga Ijazah Palsu yang Digunakan Oknum PNS di Sumut
Ketika dikonfirmasi di kediaman AR, Komplek Perumahan PTPN III Perkebunan Bandar Selamat, menuturkan, melalui kepala-kepala sekolah di sana menawarkan ijazah bodong itu sewaktu menjabat Kepala UPT di Kecamatan Aek Songsongan. Ijazah bodong tersebut ditawarkan dengan harga Rp12,5 juta. Lebih mengejutkan, AR mengaku membeli Ijazah S2-nya dari universitas yang sama.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono yang dikonfirmasi terkait temuan tersebut belum bisa berkomentar banyak. Namun, Aldi menyebut kemungkinan tentu ada mengarah dugaan jaringan tersangka sang Rektor.

Selengkapnya baca di : http://www.jpnn.com/read/2015/06/23/311149/Gawat...-Para-Oknum-Guru-Ini-Pakai-Ijazah-Bodong,-Satu-Ijazah-Dibeli-Belasan-Juta


Guru PNS ini Pakai Ijazah Palsu untuk Pengajuan Sertifikasi
Ilustrasi Ijazah Palsu

Share on FB Share on Tweet Share on G+