Asyik, Skripsi Bukan Lagi Syarat Meraih Gelar Sarjana (S1)

loading...
Kabar gembira bagi rekan-rekan yang sedang menempuh pendidikan strata satu (S1 / Sarjana), bahwa syarat menyusun skripsi akan ditiadakan oleh Menristek Diktik. Sebagaimana berita yang beredar dalam beberapa waktu belakangan ini terkait kebijakan baru oleh kabinet kerja Jokowi yang berencana tidak mewajibkan penulisan skripsi untuk meraih gelar sarjana (S1). Baca juga Ancaman Bagi Pelaku Jual-Beli Ijazah Palsu.

Rencana skripsi bukan kewajiban lagi disampaikan langsung Menristek Dikti, Muhammad Nasir di rumah dinasnya komplek Widya Candra, Jakarta. Motivasi dari kebijakan ini adalah untuk menekan potensi kecurangan penyusunan tugas akhir berupa skripsi tersebut. Sebagai gantinya, mahasiswa yang akan lulus akan diberikan pilihan menyusun skripsi atau mengerjakan pengabdian ke masyarakat atau laporan penelitian di laboratorium.

Adanya praktek jasa pembuatan skripsi disinyalir juga mendasari kebijakan Skripsi Bukan Lagi Syarat Meraih Gelar Sarjana (S-1). Banyak mahasiswa yang malas atau kesulitan menyusun skripsi, bertemu dengan pihak-pihak yang ingin merengkuh keuntungan, maka munculah jasa pembuatan skripsi.
Sumber:
http://www.jpnn.com/read/2015/05/23/305605/Wow!-Bikin-Skripsi-tak-Lagi-Syarat-Lulus-S1
Skripsi Bukan Lagi Syarat Meraih Gelar Sarjana (S1)
Skripsi Bukan Lagi Syarat Meraih Gelar Sarjana (S1)

Menyikapi hal ini, sebagai insan kependidikan kita tetap patut mengapresiasi kebijakan baru Menristek Dikti terkait rencana Skripsi Bukan Lagi Syarat Meraih Gelar Sarjana (S1). Namun hal yang paling penting adalah perubahan kebijakan harus dikoordinasikan dengan matang bersama seluruh pihak terkait, agar kebijakan baru dapat berjalan maksimal dan tidak menimbulkan problema / masalah baru juga.
Lihat Alasan Pemecatan Retno Listyarti yang Kontroversi
Demikian kabar gembira terutama buat semua Guruku Hebat yang belum memegang gelar sarjana agar segera mengejar dan mengambil kesempatan ini, sehingga kelak dalam mengabdi syarat S1 bukan lagi menjadi momok. Semoga kian jaya pendidikan Indonesia!!!

Share on FB Share on Tweet Share on G+